Rabu, 10 November 2010

Lawatan Rahbar ke Qom



Sepuluh hari berturut-turut Rahbar membuka pintu-pintu pencerahan batin berbagai lapisan masyarakat Qom. Pada kesempatan itu para marja taqlid menunjukkan rasa penghormatan mereka dan para pelajar agama menumpahkan ungkapan cintanya.

Hujjatul Islam wal Muslimin Sayyid Ahmad Khatami dalam khotbah Jum'at kedua di Universitas Teheran menyinggung lawatan Rahbar ke kota Qom bahwa lawatan tersebut memiliki defenisi dan arti yang luas. Waktu itu adalah musim gugur namun kedatangan Rahbar bagi masyarakat Qom merubah musim itu menjadi musim semi. Lawatan Rahbar ini merupakan lawatan yang paling berkesan.


Dengan adanya sambutan sangat luar biasa masyarakat Qom, beliau mengingatkan,'' Kehadiran masyarakat Qom yang luar biasa membuat perjalanan 4-5 kilometer ditempuh dalam waktu dua jam. Masyarakat Qom memperlihatkan ketaatan mereka pada kepemimpinan Rahbar seperti masa-masa revolusi, sebagaimana disinggung Rahbar dalam ceramahnya. Para Marja Taqlid juga menunjukkan puncak kebesaran jiwa mereka. Para ustad, pelajar Hauzah dan masyarakat umum Qom menunjukkan kedalaman cinta mereka pada sang pemimpin."

Imam Jum'at pengganti sementara kota Teheran itu menyinggung bahwa lawatan Rahbar ke Qom juga memiliki nilai politik dimata internasional. Usaha 17 bulan musuh Islam menjadi sia-sia dengan adanya lawatan tersebut. Isu akan terpecahnya persatuan dan keteguhan umat pada Rahbar setelah lawatan tersebut tidak terbukti sama sekali. Lawatan ini menjadi penggungkap kebohongan para musuh penyebar isu dengan isu-isu mereka. Dunia melihat sambutan hangat pada Rahbar begitu juga pamer kecintaan civitas akademis Hauzah ilmiah Qom pada pimpinan mereka. Para pelajar hauzah banyak yang datang jam empat pagi untuk shalat malam disana terlebih dulu dan menunggu kedatangan Rahbar tercinta yang dijadwalkan datang jam sepuluh pagi. Kalau cinta ini tidak ditafsirkan sebagai apresiasi ketaatan pada wilayah kepemimpinan Rahbar terus akan ditafsirkan dengan apa lagi?

Khatami melanjutkan Khotbahnya dengan membaca syair, "Sudah tampakkah olehmu/ Kini cinta masih memiliki pembela/ Sudah tampakkah olehmu berbondong manusia ini memiliki Rahbar sang pemimpin/ Hai kau yang tinggal di Nahrawan pemutus janji setia/ Kepemimpinan agung ini memiliki Malik Asytar".

Beliau menambahkan, poin penting lain adalah nasihat-nasihat yang disampaikan Rahbar yang disampaikan pada lawatan itu. Selama sepuluh hari Qom bergelombang ombak ilmu Akhlak dan Irfan dari untaian ceramah Rahbar. Ceramah beliau pada masyarakat, pengajar, pelajar agama, mahasiswa, pejabat, ulama dan berbagai lapisan masyarakat menekankan materi pencerahan rohani. Beliau jelaskan tujuan yang diinginkan musuh serta langkah-langkah kearah pencerahan jiwa.

Khatami menjelaskan bahwa Rahbar mengatakan ada dua tujuan musuh Islam. Pertama untuk memukul kesatuan agamis dan memangkas kesetiaan masyarakat. Mereka ingin memecah stabilas bangsa. Menyinggung Usaha Inggris dalam 100 tahun terahir yang dalam mendengungkan irfanimitasi serta pemerintahan Islam tanpa ada campur tangan ulama agama tidak membuahkan hasil. Khatami berkata,'' Masalah ini sudah diungkapkan pada jaman Mirzai Syirazi menentang Natabaku dan sejak itu bergulir upaya untuk memisah negara dan politik bangsa dari para ulama''

Imam Jum'at ini menekankan,'' Kita harus memandang Marja Taqlid sebagai suatu modal, dan semua harus berupaya menjaga hal ini.'' Dalam pertemuan Rahbar dengan para marja taqlid dan para pembesar ditekankan agar dijaga kehormatan dan penghormatan pada mereka. Rahbarjuga mengatakan para marji adalah modal sebelum adanya revolusi begitu juga sekarang. Mereka adalah modal agama, kemuliaan, dan kebanggaan. Para rohaniawan bersama marja taqlid menjadi para peletak kemerdekaan bangsa. Sangat sayang jika ada yang memandang sebelah mata ataumeremehkan modal besar ini. Khatami memaparkan bahwa Islam tanpa adanya rohaniawan adalah pukulan pada agama, mereka menilai Islam tanpa ada campur tangan politik merupakan boneka-boneka pemerintahan sekuler. Orang-orang sekuler berupaya keras untuk memisahkan agama dari masalah politik. Bentuk pemerintahan yang dimiliki orang-orang barat. Saat itu Shah (Raja Iransebelum revolusi) telah berhasil mengimplementasikan sistem pemerintahan barat ini. Namun pergerakan yang tidak bernilai ini tidak mendapat hati dimata masyarakat. Hanya para pemikir yang sakit yang menerima konsep pemerintahan tersebut. Para pemikir yang bermasalah dengan Quran, Imam maksum, dan Imam Mahdi af. Beberapa gelintir orang ada juga yang ingin berkumpul atas nama agama, namun tidak ingin menyebut kata Imam, revolusi dan kesyahidan, mereka mencari penceramah dan penyair yang pembenci revolusi. Mereka adalah benih-benih pemecah belah.

Menyinggung langkah-langkah pembentukan jiwa yang disampaikan Rahbar. Khatami berkata,'' Harus diketahui dari arah mana dan menggunakan cara apa musuh mendatangi kalian, kemudian jauhilah mereka, ketahuilah bahwa yang mereka tawarkan adalah kecacatan semata.

Terkait Hauzah Ilmiah di Qom maupun didaerah lain di Iran dia mengingatkan,'' Aku berharap semua Hauzah menjadi pelaksana cita-cita mulia Rahbar'' Sehubungan tekanan musuh pada masyarakat dengan memunculkan rasa ketertinggalan dia menekankan bahwa dengan memunculkan keputusasaan dan menutup-nutupi raihan-raihan yang didapat serta menampakkan permasalahan komplek, mereka ingin menjauhkan masyarakat dari pemerintah. Tapi dapat kita lihat tidak sekalipun masyarakat terjepit kondisi kelaparan atau malapetaka semacam itu. Ini terjadi dikalaPerancis sedang diprotes habis-habisan oleh penduduknya. Dari berita lain juga kita tahu Bank-bank Amerika alami kebangkrutan, merekalah orang-orang yang memunculkan api ketidakamanan dengan berbagai bentuk fitnah tahun yang lalu. Sekarang bisa dilihat hari seperti apa yangmereka miliki?

Sumber : di copas Ama Salman dari http://www.leader.ir/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar